Dropping Air Bersih Gunung Kidul

Kekeringan memang menjadi becana tahunan yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul. 11 kecamatan di Gunung Kidul menjadi wilayah terdampak kekeringan. Kekeringan ini terjadi akibat struktur tanah di Wilayah Gunung Kidul yang merupakan batuan kapur yang menyebabkan sumber mata air berada pada air tanah yang sangat dalam. Selain itu, PDAM juga belum mampu menyuplai air ke seluruh wilayah Gunung Kidul.

Pada Rabu, 8 Agustus 2018 Arba Peduli bersama Tim PBMT Maal DIY berkesempatan untuk melakukan dropping air bersih ke Gunung Kidul. Bantuan air bersih sebanyak 170 tangki diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Gunung Kidul, Dr. Drs. Imawan Wahyudi, M.Hum di halaman Kantor BMT Dana Insani Gunung Kidul. “Saya mewakili masyarakat Gunung Kidul mengucapkan terima kasih atas perhatian dari rekan-rekan PBMT Maal DIY yang telah memfasilitasi banyak orang yang meskipun dalam keterbatasan tetapi mampu berikutserta dalam meringankan beban saudaranya demi beramal shaleh.” Sambut Wakil Bupati Gunung Kidul. Beliau juga menyampaikan kabar gembira bahwa di Kecamatan Panggang  telah terdapat 15 sumur bor yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air di wilayah sekitarnya sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan.

Pecah kendi oleh Wakil Bupati Gunung Kidul sebagai simbolis penyerahan bantuan air bersih dari PBMT Maal DIY
Pecah kendi oleh Wakil Bupati Gunung Kidul sebagai simbolis penyerahan bantuan air bersih dari PBMT Maal DIY

Dalam acara tersebut hadir pula Kepala BPBD Kabupatan Gunung Kidul Bapak Edi Basuki beserta jajarannya. “Setiap tahun rata-rata kebutuhan tangki di Kabupaten Gunung Kidul mencapai 15.000 unit. Sedangkan BPBD baru mampu memenuhi 50% dari kebutuhan. Selebihnya mengandalkan bantuan dari pihak swasta. Bantuan dari pihak swasta ini sangat membantu BPBD untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat .”  tutur beliau dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini terdapat satu kecamatan yang meminta bantuan dropping air bersih dari BPBD yakni Kecamatan Saptosari. Tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Saptosari dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan air sendiri.

Selain Wabup Gunung Kidul, dan Kepala BPBD Kabupaten Gunung Kidul, hadir pula Kepala Puskopsyahada Gunung Kidul, Ketua PBMT Maal DIY serta Ketua Baznas Gunung Kidul. Dalam sambutannya, Ketua PBMT Maal Bapak Arif Yulianto, SE mengatakan, “Kami mewakili teman-teman PBMT Maal DIY memohon do’a supaya kami diberi keistiqomahan dan kekuatan dalam memberdayakan masyarakat ke depannya dan untuk seterusnya.”

 Terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga dapat menjadi pemberat amal kita di akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

Pelatihan P3K Arba Peduli

Sabtu 7 Oktober 2017, BMT Artha Barokah Yogyakarta kembali melaksanakan acara kebersamaan yang rutin diadakan setiap bulannya. Setiap hari Sabtu pada minggu pertama setiap bulan, pelayanan kantor diliburkan dan diisi dengan kegiatan kebersamaan di rumah karyawan-karyawan BMT secara bergilir.

Pada kebersamaan bulan ini ada yang berbeda dengan acaranya. Lokasi acara dilaksanakan outdoor yaitu di Embung Song Bolong Selopamioro, Imogiri dan diisi dengan pelatihan P3K dengan dokter dari Unit LKC Dompet Dhuafa sebagai narasumbernya. Pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ini sangat penting karena dengan memberikan pertolongan pertama secara baik dan benar akan dapat meningkatkan harapan hidup seorang penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) hingga 80%.

IMG-20171007-WA0032

Pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dimiliki oleh orang awam atau orang awam yang terlatih secara khusus.

Tujuan dari pertolongan pertama pada kecelakaan ini antara lain dapat menyelamatkan jiwa penderita, dapat mencegah kecacatan yang mungkin terjadi pada penderita dan memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan.

IMG-20171007-WA0004

Pada pelatihan yang dilaksanakan kemarin, dipraktekan cara-cara dan teknis penyelamatan yang bisa dilakukan jika menghadapi situasi yang mengharuskan pemberian P3K.  Selain itu diadakan juga sesi tanya jawab sehingga peserta tidak salah kaprah dalam pemberian pertolongan.

IMG-20171007-WA0013

Sebagai contoh selama ini apabila kita terkena gigitan ular berbisa, maka biasanya yang kita lakukan adalah mengikat bagian yang sakit sekencang mungkin dengan maksud supaya bisa tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. namun cara ini ternyata sangat keliru bahkan bisa berakibat fatal karena bagian ujung dari ikatan tersebut tidak akan tersuplai darah sehingga  bagian tersebut akan mati dan dapat mengakibatkan harus diamputasi.  Penanganan yang benar untuk luka gigitan ular adalah dengan membasuh dahulu luka gigitan tersebut dengan air mengalir lalu segera bawa ke rumah sakit terdekat agar bisa diberi obat anti bisa oleh petugas kesehatan.

Contoh lainnya adalah apa bila terkena luka bakar, biasanya oleh orang tua jaman dahulu luka tersebut diberi pasta gigi. Memang dengan pasta gigi tersebut akan menimbulkan sensasi dingin tetapi sebenarnya pasta gigi tersebut bersifat membakar, dan hanya akan memperparah luka. Langkah penanganan yang tepat adalah dengan mengaliri luka bakar tersebut dengan air mengalir selama 20 menit, setelah itu tutup luka bakar menggunakan kasa steril. Jangan pecahkan gelembung serta jangan gunakan salep, antiseptik maupun es pada luka bakar. Jika luka bakar mengenai mata maka pastikan kedua mata ditutup. Jika luka bakar mengenai jari jemari maka balut masing-masing jemari secara terpisah. Setelah itu segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Setiap orang dituntut untuk memiliki keterampilan P3K supaya dapat memperkecil resiko kecacatan dan kematian seorang penderita. Belajar bisa dari mana saja dan pastikan sesuai dengan prosedur yang benar dari ahli kesehatan.

Program Kambing Produktif

Program pengentasan kemiskinan dengan sistem pemberian pancing sebagai alat untuk memperoleh ikan diperlukan sebagai sarana edukasi masyarakat untuk mandiri dan tidak mengandalkan bantuan materi dari pemerintah dan pihak lain. Program seperti ini dapat diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi umat dalam bentuk pemberian modal usaha dan pendampingan. 

Arba Peduli merintis program Kambing Produktif sebagai salah satu wujud partisipasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini memberikan 2 induk kambing kepada penerima manfaat untuk dipelihara. Setelah 2 kambing tersebut beranak maka induk akan diambil ketika anaknya berusia 3-5 bulan. Sementar itu masing-masing anak kambing tersebut 90% menjadi hak dari penerima manfaat dan 10% merupakan hak Baitul Maal BMT Artha Barokah. Apabila penerima manfaat berkeinginan memiliki sepenuhnya anak dari kambing tersebut maka diharuskan mengganti 10% harga anak kambing tersebut ketika induk hendak diambil. 10% yang dibayarkan akan digunakan untuk pengembangan program selanjutnya. 2 induk kambing tersebut kembali akan digulirkan kepada penerima manfaat selanjutnya.

Dalam pengguliran tahap pertama, program ini memberikan masing-masing 2 kambing kepada 4 penerima manfaat. Kriteria penerima manfaat yang dipilih adalah dhuafa usia produktif, mempunyai kandang dan ketersediaan pakan, serta bersedia didampingi selama program berlangsung dan bersedia mengikuti program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bapak Wahyudi (Imogiri)
Bapak Wahyudi (Imogiri)
001. Soginah_Dlingo
Ibu Soginah (Dlingo)

Bapak Suparjo (Karanganyar)
Bapak Wahyudi (Imogiri)

Program kambing produktif ini diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk berwirausaha melalui bidang peternakan kepada penerima manfaat yang kemudian dapat sebagai sumber tambahan penghasilan dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Mobil Layanan Umat Baitul Maal BMT Artha Barokah

Kesehatan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan ini. Harga sebuah kesehatan akan terlihat menjadi sangat mahal ketika seseorang mengalami sakit. Apalagi bagi masyarakat kurang mampu, selain biaya berobat, mereka juga harus memikirkan transportasi anggota keluarga mereka yang sakit untuk memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit. Terlebih kalau sakit yang diderita cukup parah sehingga tidak memungkinkan apabila hanya menggunakan kendaraan roda dua saja untuk mengantar ke rumah sakit. Mereka harus menyewa mobil yang tentu biayanya tidak sedikit. Hal ini jelas sangat menambah beban mereka.

Selain hal itu, bagi masyarakat kurang mampu yang anggota keluarganya meninggal dunia dan lokasi pemakaman yang jauh dari rumah, juga perlu memikirkan biaya untuk mengantar jenazah hingga ke pemakaman yang tentunya harus menggunakan mobil ambulan. Kesedihan yang mendalam karena ditinggal anggota keluarga menghadap Illahi, ditambah biaya pemakaman yang tidak sedikit tentu semakin menambah beban mereka.

Atas dasar inilah, diperlukan mobil ambulan yang difungsikan sebagai mobil layanan umat. Dimana mobil ini dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan secara cuma-cuma. Alhamdulillah, pada 5 Februari 2017 lalu, Baitul Maal BMT Artha Barokah telah merealisasikan pengadaan mobil layanan umat.

AMBULANCEMobil layanan umat ini digunakan untuk melayani orang sakit dan ibu melahirkan, pemakaman jenazah, tanggap bencana dan darurat lainnya. Diharapkan dengan adanya mobil ini, dapat meringankan beban mereka yang sedang tertimpa musibah dan memberi manfaat bagi seluruh umat.

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya kelak di akhirat." (HR Muslim). 

Rasulullah saw juga bersabda, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga kita semua termasuk manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan semoga dengan mobil layanan umat ini menjadi jalan kemudahan kelak di akhirat bagi para wakif dan donatur yang telah berpartisipasi dalam pengadaan mobil ambulance. Kesempatan masih terbuka bagi para donatur yang ingin menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf melalui kami Baitul Maal Artha Barokah. Hubungi 081392891155 atau 083867570821.

Program Madrasah Ekonomi Mandiri Dompet Dhuafa

Pada tahun 2015, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan BMT Artha Barokah dalam program pengguliran dana Madrasah Ekonomi Mandiri bagi dhuafa. Dana Madrasah Ekonomi Mandiri ini dibagi dalam dua tahap pengguliran. Besaran nominal dana yang digulirkan kepada penerima manfaat adalah Rp 1.000.000,- untuk setiap penerima manfaat. Dana tersebut diberikan kepada penerima manfaat berbentuk pinjaman tanpa bunga dengan akad qordhul hasan yang diperuntukkan untuk tambahan modal usaha.

Jumlah penerima manfaat dalam program ini adalah 51 orang yang terbagi dalam lima kelompok usaha yaitu kelompok usaha bambu yang terdiri dari 15 anggota di Muntuk, Kecamatan Dlingo. Kelompok usaha kayu yang terdiri dari 10 anggota di Sukorame, Mangunan, Dlingo. Kelompok usaha angkringan dengan 10 anggota di Imogiri. Kelompok usaha rempeyek Pelemadu dengan anggota 10 orang dan kelompok usaha rempeyek Demen dengan 6 orang anggota.

Pengguliran pertama yang telah di lakukan tahun 2015 lalu dirasa cukup membantu usaha penerima manfaat. Salah satu penerima manfaat, Ibu Suwarni dari kelompok usaha rempeyek Pelemadu, bahkan mengaku dengan adanya program ini, produksi usaha rempeyeknya meningkat. Sebelum mengikuti program, Ibu Suwarni hanya memproduksi rempeyek dengan satu wajan (penggorengan). Namun setelah adanya program ini, produksi rempeyek miliknya menggunakan dua wajan yang sudah tentu hasil produksinya pun peningkat.

Lain lagi yang dialami oleh Bu Siti dari kelompok usaha angkringan. Bu Siti yang seorang single parent merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Modal usaha dari program Madrasah Ekonomi Mandiri ini digunakan oleh Bu Siti untuk menambah dagangannya dengan menjual bensin. Dengan penjualan bensin ini,Bu Siti mengaku penghasilannya per hari menunjukkan peningkatan yaitu dari hasil usaha angkringannya dan penjualan bensin. Di tahun 2016 program ini telah mencapai pengguliran kedua untuk semua kelompok usaha. Setelah pengguliran kedua ini diharapkan usaha penerima manfaat makin berkembang.