Program Kambing Produktif

Program pengentasan kemiskinan dengan sistem pemberian pancing sebagai alat untuk memperoleh ikan diperlukan sebagai sarana edukasi masyarakat untuk mandiri dan tidak mengandalkan bantuan materi dari pemerintah dan pihak lain. Program seperti ini dapat diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi umat dalam bentuk pemberian modal usaha dan pendampingan. 

Arba Peduli merintis program Kambing Produktif sebagai salah satu wujud partisipasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini memberikan 2 induk kambing kepada penerima manfaat untuk dipelihara. Setelah 2 kambing tersebut beranak maka induk akan diambil ketika anaknya berusia 3-5 bulan. Sementar itu masing-masing anak kambing tersebut 90% menjadi hak dari penerima manfaat dan 10% merupakan hak Baitul Maal BMT Artha Barokah. Apabila penerima manfaat berkeinginan memiliki sepenuhnya anak dari kambing tersebut maka diharuskan mengganti 10% harga anak kambing tersebut ketika induk hendak diambil. 10% yang dibayarkan akan digunakan untuk pengembangan program selanjutnya. 2 induk kambing tersebut kembali akan digulirkan kepada penerima manfaat selanjutnya.

Dalam pengguliran tahap pertama, program ini memberikan masing-masing 2 kambing kepada 4 penerima manfaat. Kriteria penerima manfaat yang dipilih adalah dhuafa usia produktif, mempunyai kandang dan ketersediaan pakan, serta bersedia didampingi selama program berlangsung dan bersedia mengikuti program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bapak Wahyudi (Imogiri)
Bapak Wahyudi (Imogiri)
001. Soginah_Dlingo
Ibu Soginah (Dlingo)

Bapak Suparjo (Karanganyar)
Bapak Wahyudi (Imogiri)

Program kambing produktif ini diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk berwirausaha melalui bidang peternakan kepada penerima manfaat yang kemudian dapat sebagai sumber tambahan penghasilan dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Allah SWT Belum Menjamin Surga-Nya untuk Kita

“Engkau sangat berusaha untuk perkara yang sudah dijamin Allah, tapi lalai terhadap tugas yang diwajibkan atasmu adalah pertanda padamnya mata hatimu.”

Ini adalah bunyi kalimat hikmah kelima dari Kitab Al Hikam Ibnu Athaillah. Isinya menekankan tentang perilaku keliru banyak orang menyikapi antara masalah rizki dan menjalani perintah Allah swt. Tidak sedikit manusia yang menempati secara terbalik perihal dua masalah ini. Antara rizki yang telah dijamin dan terukur dari Allah swt kepada semua makhluk-Nya, dan keharusan menjalankan perinah Allah swt. Yang banyak dilakukan kita adalah sangat berusaha keras mencari rizki, memberikan porsi waktu dan perhatian yang begitu besar dalam mencari harta. Tapi usaha keras tersebut, kemudian mengorbankan ketaatan dalam melakukan perintah Allah swt. Rizki sudah dijamin oleh Allah, mengapa melakukan sesuatu luar biasa untuk mencarinya hingga mengabaikan perintah Allah yang harus dilakukan? Demikian bunyi pertanyaannya.

Saudaraku, Para ulama banyak mengomentari ungkapan Ibnu Athaillah tersebut. Di antara mereka ada yang meyebutkan bahwa perilaku yang disebut itu, merupakan bukti kurangnya rasa percaya seorang hamba terhadap janji Allah Yang Menyatakan telah menjamin rizki bagi setiap makhluk. Sebab satu hal yang harus kita yakini sebagai bukti keimanan, adalah tak ada satupun makhluk Allah, baik binatang, tumbuhan sampai benda mati sekalipun, kecuali Allah swt menciptakannya di atas satu tugas atau fungsi tertentu. Semuanya diarahkan untuk bisa memenuhi fungsi dan menjalani tugasnya. Benda paling kecil yang dikenal manusia seperti atom misalnya, memiliki tugas dan fungsinya. Demikian juga benda terbesar seperti matahari dan semacamnya. Semua memiliki tugas dan fungsinya sendiri-sendiri. Dalam Al-Qur’an hal ini disinggung dalam surat An Nur ayat 41, “Semuanya telah mengetahui bagaimana cara do’a dan tasbihnya.” Saudaraku, Renungkanlah ayat itu. Inilah yang dihayati oleh Nabi Musa As sehingga ia memberi pernyataan yang begitu argumentatif saat berhadapan dengan Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan. Musa As mengatakan, “Tuhan kami Yang Memberi misi pada semua yang diciptakan-Nya, kemudian memberi petunjuk.” (QS Thoha : 50). Maksudnya adalah Allah swt memberikan bentuk dan karakter segala ciptaan-Nya sesuai misi yang dikehendaki oleh-Nya, kemudian memberinya petunjuk untuk mencapai misi yang dibebankan kepada ciptaan-Nya itu. Kita sama dengan makhluk-makhluk Allah swt yang lain karena kita memiliki misi dalam penciptaan. Bedanya, makhluk lain selain manusia menjalani fungsinya secara sukarela maupun terpaksa, atau sejalan dengan insting tabiatnya. Sedangkan manusia, Allah tetapkan memiliki pilihan, kebebasan dan keinginan dalam menjalani misinya. Pembedaan ini sebenarnya merupakan bentuk pemuliaan terhadap manusia sehingga kedudukannya menjadi lebih istimewa dibanding hewan dan ciptaan Allah lainnya yang dikendalikan oleh insting dalam menjalani misinya. Pembedaan ini sebenarnya merupakan bentuk pemuliaan terhadap manusia sehingga kedudukannya menjadi lebih istimewa dibanding hewan dan ciptaan Allah lainnya yang dikendalikan oleh insting dalam menjalani misinya. Perhatikanlah bagaimana Allah swt melukiskan ketundukan ciptaan-Nya selain manusia dalam firman-Nya yang artinya, “Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” (QS Al Hajj : 18)

Saudaraku Penting kita sadari, sisi keistimewaan manusia dibanding makhluk yang lain itu ternyata menjadikannya memiliki resiko membangkang atau menolak perintah menjalani fungsi dari Allah swt. Karena itu manusia lebih memilih bersusah payah dan habis-habisan dalam mengejar rizki yang sudah dijamin oleh Allah, dengan mengabaikan kewajiban yang diperintahkan. Inilah penjelasan perkataan Ibnu Athaillah di atas. Tentu ini tidak berarti kita dilarang serius dang bersungguh-sungguh melakukan pekerjaan di dunia yang hasilnya sudah dijamin oleh Allah. Nasihat Ibnu Athaillah tadi berlaku bila kesibukan dunia yang kia lakukan telah memalingkan kita dari melaksanakan fungsi dan kewajiban Islam. Menunda shalat saat azan dengan alasan kesibukan berdagang dan semacamnya, adalah contoh yang paling mudah kita alami.

Saudaraku, Keseriusan dan kerajinan dalam bekerja dianjurkan dalam hadits dari Kaab bin Ajrah ketika Rasul saw keluar bersamanya dan sejumlah sahabat. Ketika itu mereka melihat seorang laki-laki begitu giat bekerja. Mereka melihat ketangguhannya dan kerajinannya yang begitu menakjubkan. Salah seorang sahabat mengatakan, “Sayang sekali orang ini, andaikan saja apa yang ia lakukan itu di jalan Allah.” Rasul saw mengatakan, “Jika seseorang bekerja untuk anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah, jika ia keluar untuk orang tuanya yang sudah tua maka ia di jalan Allah, jika ia keluar berusaha untuk dirinya agar tidak meminta-minta maka ia di jalan Allah, kalau dia bekerja untuk istri dan keluarganya maka ia di jalan Allah. Tapi bila ia keluar untuk berbangga-bangga, berlomba dengan banyaknya harta, dia ada di jalan syaithan.” Saudaraku, Allah telah menjamin rizki untuk kita, tapi belum menjamin surga-Nya untuk kita.

Sumber: Tarbawi Edisi 270 Th. 13, Rabiul Tsani 1433, 8 Maret 2012

Mobil Layanan Umat Baitul Maal BMT Artha Barokah

Kesehatan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan ini. Harga sebuah kesehatan akan terlihat menjadi sangat mahal ketika seseorang mengalami sakit. Apalagi bagi masyarakat kurang mampu, selain biaya berobat, mereka juga harus memikirkan transportasi anggota keluarga mereka yang sakit untuk memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit. Terlebih kalau sakit yang diderita cukup parah sehingga tidak memungkinkan apabila hanya menggunakan kendaraan roda dua saja untuk mengantar ke rumah sakit. Mereka harus menyewa mobil yang tentu biayanya tidak sedikit. Hal ini jelas sangat menambah beban mereka.

Selain hal itu, bagi masyarakat kurang mampu yang anggota keluarganya meninggal dunia dan lokasi pemakaman yang jauh dari rumah, juga perlu memikirkan biaya untuk mengantar jenazah hingga ke pemakaman yang tentunya harus menggunakan mobil ambulan. Kesedihan yang mendalam karena ditinggal anggota keluarga menghadap Illahi, ditambah biaya pemakaman yang tidak sedikit tentu semakin menambah beban mereka.

Atas dasar inilah, diperlukan mobil ambulan yang difungsikan sebagai mobil layanan umat. Dimana mobil ini dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan secara cuma-cuma. Alhamdulillah, pada 5 Februari 2017 lalu, Baitul Maal BMT Artha Barokah telah merealisasikan pengadaan mobil layanan umat.

AMBULANCEMobil layanan umat ini digunakan untuk melayani orang sakit dan ibu melahirkan, pemakaman jenazah, tanggap bencana dan darurat lainnya. Diharapkan dengan adanya mobil ini, dapat meringankan beban mereka yang sedang tertimpa musibah dan memberi manfaat bagi seluruh umat.

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya kelak di akhirat." (HR Muslim). 

Rasulullah saw juga bersabda, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga kita semua termasuk manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan semoga dengan mobil layanan umat ini menjadi jalan kemudahan kelak di akhirat bagi para wakif dan donatur yang telah berpartisipasi dalam pengadaan mobil ambulance. Kesempatan masih terbuka bagi para donatur yang ingin menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf melalui kami Baitul Maal Artha Barokah. Hubungi 081392891155 atau 083867570821.

Kiat Sukses Memulai Bisnis

Bisnis merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang yang bertujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan. Dari keuntungan inilah, dia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa bekerja adalah suatu yang mulia. Berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya adalah lebih baik dari pada kita bergantung pada orang lain.

Merintis suatu usaha adalah hal yang tidak mudah. Perasaan takut akan kegagalan yang mungkin dihadapi menjadi momok yang menakutkan. Resiko-resiko yang mungkin terjadi semisal dagangannya tidak laku, terlilit hutang atau bahkan tertipu partner bisnis sangat mungkin menjadi faktor yang mendukung seseorang kalah sebelum berperang. Oleh karena itulah, orang yang ingin merintis suatu usaha harus memiliki cita-cita yang terbungkus dalam satu kata yaitu Ridho Illahi. Orang mempunyai sifat ridha pada Allah akan memiliki sikap optimis, lapang dada, kosong hatinya dari dengki, selalu berprasangka baik bahwa apapun yang terjadi semua sudah dalam rencana dan ketentuan dari Allah. Ia akan selalu dapat mengambil hikmah dari apa yang terjadi padanya, termasuk pahitnya kegagalan. Maka dari itu, hal  pertama yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin merintis usaha adalah mengharap Ridho Illahi.

Hal kedua yang harus dimiliki adalah keteguhan hati dan tawakkal. Motivasi yang kuat dari dalam diri kita akan menumbuhkan keteguhan hati. Dengan keteguhan hati yang dimiliki, kita  tidak akan mudah putus asa , kita  akan memiliki semangat dan mental sekuat baja karena dalam  membangun usaha memerlukan perjuangan, membutuhkan proses dan waktu untuk mencapai suatu keberhasilan. Dalam ikhtiar inipun kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi tak lepas dari kuasa Allah. Kita serahkan kepada Allah hasil dari apa yang telah kita usahakan. Dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim) Bahkan burungpun tidak hanya berdiam diri dan menunggu makanan datang sendiri padanya. Ia terbang pergi mencari makan disertai keyakinan bahwa Allah telah menjamin rizki bagi semua makhluk-Ny, maka Allah Ta’ala pun memberikan rizki-Nya atas usahanya tersebut.

Pemahaman atau pengetahuan mengenai bidang usaha yang akan kita geluti juga menjadi point penting yang harus kita miliki. Kurangnya pemahaman mengenai bidang usaha yang akan dirintis mengakibatkan kehancuran dalam usahanya. Pemahaman bisnis atau bidang usaha yang dirintis menentukan arah, tujuan, visi dan misi perusahaan. Selain itu, kejelasan akan bidang usaha yang dipilih sangat membantu dan mempermudah kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat. Sebaiknya, bidang usaha yang dipilih adalah sesuai dengan passion kita dan ketertarikan kita pada hal tersebut. Karena apabila kita bekerja dengan hal-hal yang kita sukai akan lebih nyaman dan meyenangkan. Sehingga akan berdampak baik terhadap hasil yang diperoleh.

Dalam memulai bisnis, kita juga harus memperhatikan modal yang kita miliki. Modal terbagi menjadi dua yaitu modal fisik dan modal nonfisik. Modal fisik mencakup uang, tanah, gedung kendaraan dan berbagai aset yang mungkin dimiliki. Apabila uang tidak kita miliki, kita bisa mengajukan pinjaman dengan jaminan aset yang dimiliki. Hal yang harus diingat ketika meminjam uang sebagai modal adalah bagaimana mengembalikannya. Dengan demikian, bila kita memutuskan untuk meminjam uang, kita harus tahu betul skedul pengembaliannya. Ini juga berarti kita harus memiliki perencanaan bisnis, terutama perencanaan alur kas, sehingga pengembalian menjadi lancar. Namun kebanyakan dari kita barangkali tidak memiliki modal fisik tersebut. Oleh karena itulah, kita harus menggali modal non fisik yang kita miliki. Modal non fisik dapat mencakup pengetahuan, pengalaman dan jaringan. Dalam perekonomian terdiri dari beberapa sektor diantaranya pertanian, industri, perdagangan dan jasa. Sektor jasa adalah salah satu bidang usaha yang tidak mengharuskan adanya modal fisik. Misalnya Mark Zuckerberg yang sukses dengan Facebook berkat  pengetahuannya di bidang pemrograman komputer dan internet. Secara umum, konsultan adalah contoh konkrit orang-orang yang berusaha dengan modal pengetahuan dan pengalaman. Pengalaman ditambah dengan kemauan untuk belajar dan banyak membaca merupakan modal yang luar biasa bagi kita. Oleh karena itu, memulai bisnis dan bekerja sekarang juga apapun bentuknya berarti membangun pengalaman dan membangun modal kita. Yang terakhir adalah modal jaringan. Jaringan memberikan informasi peluang yang dapat kita ambil untuk mengembangkan usaha yang kita rintis.

Dan yang terakhir dari cita cita yang kita buat adalah mewujudkannya. Cita-cita saja barulah sebuah ide, dan ide selamanya menjadi ide tanpa langkah awal. Semakin lama kita berkecimpung dan menekuni suatu bidang bisnis, maka orang akan melihat kita sebagai pebisnis yang berpengalaman, dan kepercayaan orang akan meningkat pada kita. Ingatlah cerita para pengusaha yang saat ini sukses. Mereka menggambarkan kegagalan dan bangkrut sampai beberapa kali. Mereka bisa bangkit kartena kekuatan mental, kemampuan memecahkan masalah, adanya network dan kepercayaan orang yang didapat dari karakter dan pengalaman. Ingatlah nasihat Imam Syahid Hassan Al Banna: “Mimpi hari ini, adalah kerja sekarang dan kenyataan esok.

Rapat Anggota Tahunan BMT Artha Barokah tahun 2017

Dalam Anggaran Dasar KSPPS BMT Artha Barokah pasal 42 ayat 3 menyebutkan bahwa salah satu tugas dan kewajiban serta tanggung jawan pengurus BMT Artha Barokah adalah untuk menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan serta mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kepengurusannya yang kemudian untuk ditelaah, dipelajari, dibahas dan disahkan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT)

Secara umum, kinerja Pengurus dan Pengelola BMT Artha Barokah dapat dikatakan lebih baik dan berhasil dari tahun sebelumnya. Keberhasilan ini tentu saja tidak lepas dari partisipasi seluruh anggota, pengelola, pengurus, pengawas dan berbagai pihak yang terkait. RAT bertujuan agar dapat diterima dan disahkannya Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Tahun Buku 2016 dan Penetapan Program Kerja Pengurus serta Anggaran Pendapatan dan Biaya untuk satu tahun ke depan yang tertuang dalam Keputusan Rapat Anggota Tahunan.

RAT tahun 2017 dan tutup buku tahun 2016 diadakan pada 5 Februari 2016 di Pendopo Kecamatan Imogiri. Acara ini mengangkat tema "Bersama Membangun Negeri", dimana BMT Artha Barokah berharap dapat ikut serta membangun negeri dengan membangun perekonomian masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Kasi Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Puskopsyah Bantul, Camat Kecamatan mogiri dan jajaran Muspika Kecamatan Imogiri.

Diharapkan evaluasi dan penilaian yang diberikan oleh seluruh anggota dan para tamu undangan yang hadir, dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan BMT Artha Barokah kepada para nasabah dan meningkatkan kesejahteraan hidup anggota dan masyarakat sekitar BMT Arta Barokah.

Tanda Cinta Dari Allah

Mungkin di antara kita sekarang ada yang sedang sakit. Entah hanya demam, pusing atau bahkan penyakit yang berat sepeti jantung dan stroke. Sakit merupakan salah satu bentuk cobaan dari Allah. Cobaan merupakan tanda keimanan. Bukan tidak mungkin orang yang rajin shalat, rajin berzakat dan rajin melakukan amalan-amalan sholeh yang lain itu tidak pernah sakit. Nabi bersabda bahwa seseorang itu diberi cobaan sesuai dengan agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaannya pun akan lebih berat dan jika agamnya lemah maka akan diringankan cobaannya. Namun bagaimana dengan orang yang agamanya lemah namun dia diuji dengan sakit yang berat? Itu berarti bahwa Allah menyayanginya karena Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya tersebut. Rasululullah SAW bersabda:

“Jika Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah akan mempercepat hukuman baginya sewaktu di dunia. Dan jika Allah menginginkan keburukan bagi hamba-Nya, maka Allah akan menangguhkan hukuman atas dosa-dosanya hingga ia akan mendapatkan balasannya pada hari kiamat nanti.” (HR At-Tirmizi)

Seorang muslim yang sedang ditimpa cobaan sakit sudah sepatutnya ia bersabar. Karena cobaan itu akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kesakitan karena tusukan duri, atau yang lebih sakit darinya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosa dengannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Untuk itulah kita harus bersabar dalam menghadapi sakit yang kita derita seraya sambil berdo’a memohon ampunan dan memohon kesembuhan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Do’a yang dapat kita amalkan salah satunya adalah dengan membaca Basmallah sebanyak tiga kali seraya memegang bagian tubuh yang sakit kemudian dilanjutkan membaca do’a berikut sebanyak tujuh kali:

Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan aku khawatirkan”. (HR An Nasai)

doa ketika sakit

 

Selain do’a tersebut dapat juga kita membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:

Artinya: “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah. Engkau adalah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak membekaskan penyakit.”

do'a menjenguk orang sakit

 

Jangan pernah berputus asa dalam sakitmu. Pasrahkan semua pada Yang Maha Kuasa karena sakit ini adalah salah satu bentuk tanda cinta-Nya pada umat-Nya seperti yang disampaikan Rasulullah dalam hadis berikut:

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan cobaan kepada mereka.” (HR Ahmad).

Langkah-langkah yang harus kita lakukan ketika sakit adalah

  1. Berdo’a memohon pertolongan dan bertawakal kepada Sang Maha Dokter dan Sang Pemberi Kesembuhan, yaitu Allah.
  2. Berobat kepada yang ahli seperti dokter.
  3. Bersedekah karena bersedekah dapat mengobati penyakit:

Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang  datang bertubi-tubi dengan do’a dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR Abu Daud)

 

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dan semoga Allah mengangkat segala penyakit dalam diri kita serta memberi kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit. Aamin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Hikmah Sedekah

Sedekah adalah pemberian sesuatu dari orang muslim kepada yang berhak menerimanya secara ikhlas dan sukarela tanpa dibatasi waktu dan jumlah tertentu dengan mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Berdasarkan pengertian ini, maka infak (pemberian atau sumbangan dalam bentuk harta untuk kebaikan) termasuk dalam kategori sedekah. Perintah untuk bersedekah banyak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadis, di antaranya adalah sebagai berikut:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata: ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat,  yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al Munafiqun : 10)

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa kita akan mengalami penyesalan yang besar dan mendalam apabila kita tidak bersedekah. Selain itu, banyak keutamaan dari sedekah di antaranya adalah sebagai berikut:

Menghindarkan diri dari api neraka

Rasulullah SAW bersabda, "Jagalah dirimu dari api neraka, walau dengan bersedekah separuh buah kurma." (HR. Muttafaqu Alaih)

Memadamkan panasnya kubur dan sebagai naungan pada hari kiamat

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan panasnya kubur bagi orang yang memberikan sedekah, dan sesungguhnya orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat nanti dibawah naungan sedekahnya." (HR Thabrani).

Mengobati penyakit

"Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan do'a dan merendahkan diri kepada Allah." (HR Abu Daud)

Pahala yang terus mengalir ketika kita mati

Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya." (HR At Tirmidzi)

Memanjangkan umur dan mencegah kematan yang su'ul khotimah

Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su'ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran dan sifat berbangga diri darinya." (HR Thabrani)

Memperoleh balasan yang berlipat ganda

Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang menginfakkan kelebihan hartanya di jalan Allah Swt maka Allah akan melipatgandakan dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barang siapa yang berinfak untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan duri, maka mendapatkan kebaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya. Dan barang siapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya, maka itu akan menjadi penggugur dosa." (HR Ahmad)

Menghapuskan kesalahan

"Sedekah itu menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api." (HR At Tirmidzi)

Program Santunan Dhuafa dan Lansia Arba Peduli

Baitul Maal BMT Artha Barokah sebagai lembaga amil zakat yang dikukuhkan menjadi Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa memberikan fasilitas kepada muzaki atau donatur berupa zakat infak, sedekah dan wakaf. Baitul Maal BMT Artha Barokah mempunyai kewajiban untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf yang telah terkumpul dari para muzaki dan donatur. Penyaluran ZISWAF yang telah terkumpul salah satunya melalui kegiatan santunan. Program santunan menyasar dhuafa dan lansia yang benar-benar membutuhkan dimana mereka memiliki keterbatasan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Program Santunan untuk Dhuafa dan Lansia yang digagas oleh Baitul Maal BMT Artha Barokah disosialisasikan melalui media sosial Facebook Arba Peduli dan Grup WA Arba Peduli. Baitul Maal BMT Artha Barokah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini baik dalam bentuk materi yang bisa didonasikan melalu rekening yang telah ditentukan maupun berpartisipasi dalam memberikan informasi calon penerima manfaat yang layak menerima program santunan ini. Adapun Baitul Maal BMT Artha Barokah menentukan kriteria-kriteria calon penerima manfaat dengan kriteria pokok Dhuafa dan yang memenuhi salah satu dari kriteria berikut:

  • Lansia / jompo
  • Sakit-sakitan
  • Hidup sebatang kara
  • Tertimpa musibah
  • Janda
  • Terlilit hutang

Dari media sosial facebook dan WA yang dimanfaatkan untuk sosialisasi program, telah terkumpul 10 informasi mengenai orang yang berhak dan layak memperoleh manfaat dari program santunan ini.

Mbah Cokro (Melikan Kidul, Bantul Warung)
Mbah Cokro (Melikan Kidul, Bantul Warung)

Namanya Ibu Painem, tapi orang-orang lebih sering memanggilnya Mbah Cokro. Beliau adalah seorang janda 4 anak. Dua anaknya telah berkeluarga dan berekonomi pas-pasan. Dua anaknya yang lain masih menjadi tanggungan Mbah Cokro, karena yang satu sakit tumor dan gangguan jiwa sedangkan yang satunya lagi menderita asma sehingga tidak bisa bekerja. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Mbah Cokro membuatkan minum untuk polisi yang bertugas di pos polisi dekat tempat tinggalnya.

Mbah Pon (Kwalangan, Wijirejo, Pandak, Bantul)
Mbah Pon (Kwalangan, Wijirejo, Pandak, Bantul)

Beliau adalah Mbah Pon. Mbah Pon seorang lansia yang hidup sebatang kara. Mbah Pon juga merupakan penyandang disabilitas tuna netra. Hanya keponakannya yang kadang mengunjunginya seminggu sekali karena tinggal di luar kota.

Sokijan (Klepu, Dlingo)
Sokijan (Klepu, Dlingo)

Beliau adalah Pak Sokijan. Pak Sokijan seorang buruh di penggrajian kayu. Istri beliau menderita lemah jantung dan hanya bisa tertidur lemah, tak mampu bangun dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Putra semata wayangnya merupakan penyandang disabilitas. Sehingga Pak Sokijan harus bekerja menncari nafkah sembari merawat istri dan anaknya.

Ahmad Muhsin (Monggang, Pundong)
Ahmad Muhsin (Monggang, Pundong)
Pak Ahmad Muhsin hidup bersama istrinya di gubug sederhana di pinggir sawah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, beliau mencari rongsok untuk kemudian dijual.

Mbah Mudi (Sriharjo, Imogiri)
Mbah Mudi (Sriharjo, Imogiri)

Mbah Mudi seorang lansia yang hidup sendiri di gubug sederhananya. Sepenuhnya ia bergantung pada tetangga di sekitar rumahnya.

Sukarjo (Mijen, Sriharjo, Imogiri)
Sukarjo (Mijen, Sriharjo, Imogiri)

Mbah Sukarjo hidup seorang diri di bekas kandang kambing milik tetangganya. Beliau membantu merawat dan menjaga sapi yang kandangnya bersebelahan dengan tempat beliau tinggal.

Rina Lestari (Menden, Bantul)
Rina Lestari (Menden, Bantul)

Bu Rina adalah seorang janda dengan 3 anak yang masih sekolah, SMA, SMP dan SD. Bu Rina bekerja sebagai pengasuh anak tetangganya. Putri keduanya akan melakukan operasi ganti kulit pada wajahnya.

Ponir (Selopamioro, Imogiri)
Ponir (Selopamioro, Imogiri)

Bu Ponir seorang janda yang tinggal sendiri di rumah sederhananya.

Painah (Selopamioro, Imogiri)
Painah (Selopamioro, Imogiri)

Bu Painah seorang lansia yang hidup seorang diri, beliau tidak punya suami dan anak. Sehari-hari beliau bertani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ginah (Selopamioro, Imogiri)
Ginah (Selopamioro, Imogiri)

Bu Ginah seorang lansia yang hidup seorang diri, beliau tidak punya suami dan anak. Sehari-hari beliau bertani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Upgrading Arba Group

Sabtu, 10 Desember 2016 BMT Artha Barokah kembali mengadakan upgrading karyawan. Namun ada yang spesial di acara upgrading karyawan bulan ini. Bila acara upgrading karyawan biasanya rutin dilakukan pada acara kebersamaan setiap Sabtu awal bulan dengan bergilir di rumah karyawan, kali ini acara diselenggarakan di Pantai Goa Cemara Bantul dengan agenda outbond dan koordinasi resolusi BMT Artha Barokah di tahun 2017. Acara ini juga diikuti oleh karyawan BMT Artha Barokah dari kantor jaringan Karanganyar dan BMT Sunan Kalijaga. Sehingga seluruh karyawan Arba Group dapat seluruhnya berkumpul pada momen tersebut.

img-20161210-wa0020

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mempererat rasa persaudaraan antar karyawan BMT Artha Barokah, menciptakan kekompakan dan rasa kepedulian antara karyawan dan pimpinan serta mewujudkan budaya kerja disiplin, bersih, tertib, teratur, rapi dan santun atau yang disingkat “Dibertiterasa”.

Acara ini dimulai dengan sarapan bersama di RM Soto Rejeki Palbapang Bantul, sembari menunggu seluruh karyawan berkumpul. Tepat pukul 08.00 WIB, rombongan berangkat bersama-sama menuju Pantai Goa Cemara. Konsekuensi  bagi karyawan yang terlambat adalah ditinggal rombongan dan yang pasti jatah semangkuk soto yang lezat pun melayang. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa disiplin dalam segi waktu pada diri karyawan BMT Artha Barokah.

15442249_1532209853459947_4463606026477187396_n

Sesampainya di Pantai Goa Cemara, acara dilanjutkan dengan pemanasan yang dipimpin oleh Pak Kasidi. Kemudian dilanjutkan fun game yang diisi oleh tim outbond Mas Ahsan. Game yang diterapkan pun berkaitan dengan organisasi dan kepemimpinan. Sikap tanggung jawab, kerjasama, kekompakan, toleransi, kepedulian, strategi problem solving dan tidak mengedepankan ego menjadi kunci sukses dan majunya sebuah perusahaan. Setelah fun game, acara dilanjutkan dengan koordinasi akhir tahun dan penyusunan  resolusi BMT Artha Barokah di tahun 2017.

img-20161210-wa0035

Melalui kegiatan ini, diharapkan sikap-sikap yang ditanamkan melalui fun game  dapat diwujudkan oleh karyawan BMT  Artha Barokah serta resolusi BMT Artha Barokah di tahun 2017 dapat dicapai sehingga BMT Artha Barokah dapat menjadi perusahaan yang maju dan membawa maslahah bagi seluruh masyarakat.

Investasi Harta

Allah Swt berfirman:

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS Al Mulk : 15)

Dalam ayat ini, Allah Swt memerintahkan untuk berjalan di muka bumi ini untuk mencari rezeki Allah Swt. Mencari rezeki wajib dilakukan untuk menyediakan kebutuhan harta karena tanpa bekerja, tidak mungkin ada uang dan harta. Bekerja hukumnya wajib menurut syariat Islam untuk melindungi hajat harta dari aspke menyediakan harta. dengan bekerja ini akan menghasilkan keuntungan karena buah dari usaha dan kerjanya.

setelah memiliki keuntungan, maka ia berhak untuk menggunakannya dan menginfakkannya sesuai dengan ketentuan syariah tanpa berlebih-lebihan dan pemubadziran. Seorang mukallaf dengan keuntungan yang dimilikinya berapa pun besarnya, maka harus menginfakkan sebagian dari keuntungannnya tersebut dan sisanya harus ditabungkan (investasi). Kelebihan harta setelah diinfakkan tidka boleh didiamkan karena merupakan penimbunan yang diharamkan menurut Al Qur'an dan Al Hadis, juga diharamkan karena kita berkewajiban mengembangkan harta sehingga terjadi penambahan produksi supaya bisa merealisasikan maksud Allah dalam menyiapkan kekuatan dalam umat ini untuk menghadapi musuh-musuh Islam sebagaimana firman Allah Swt.:

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh ALlah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya." (QS Al Anfal : 60)

Dari aspek ekonomi, jika harta tidak diinvestasikan, ia hanya menjadi seonggok harta yang tidak berguna. Islam tidak menyukai adanya tindakan penimbunan harta yang sia-sia. Di satu pihak Islam memberikan disinsentif terhadap saving yang tidak diinvestasikan, namun di lain pihak Islam memberikan insentif untuk melakukan investasi. Konsekuensi logis dari investasi adalah munculnya peluang untuk untung dan rugi.

Jadi dengan argumen ilmu ekonomi, larangan penimbunan harta adalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia itu sendiri. Di dalam buku al ihya, Imam Ghazali juga mengecam orang yang menimbun harta dan tidak ditransaksikan atau diputar di sektor riil.

Jika seseorang menimbun dirham dan dinar, ia berdosa. DInar dan dirham tidak memiliki guna langsung pada dirinya. Dinar dan dirham diciptakan suaya beredar dari tangan ke tangan, untuk mengatur dan memfasilitasi pertukaran (sebagai) simbol untuk mengetahui nilai dan kelas barang. Siapapun yang mengubahnya menjadi pealatan emas, maka ia tidak bersyukur kepada penciptanya dan lebih buruk daripada penimbunan uang, karena orang yang seperti itu adalah seperti orang yang memaksa penguasa untuk melakukan fungsi-fungsi yang tidak cocok seperti menenun kain, mengumpulkan pajak, dan lain-lain. Menimbun koin masih lebih baik dibandingkan mengubahnya, karena ada logam dan material lainnya seperti tembaga, perunggu, besi, tanah liat yang dapat digunakan untuk membuat peralatan. Tetapi tanah liat tidak dapat digunakan untuk mengganti fungsi dirham dan dinar.

Sumber:

Karim, Adiwarman A., dan Oni Sahroni. 2015. Riba, Gharar dan Kaidah-kaidah Ekonomi Syariah Analisis Fikih dan Ekonomi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.