Dropping Air Bersih Gunung Kidul

Kekeringan memang menjadi becana tahunan yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul. 11 kecamatan di Gunung Kidul menjadi wilayah terdampak kekeringan. Kekeringan ini terjadi akibat struktur tanah di Wilayah Gunung Kidul yang merupakan batuan kapur yang menyebabkan sumber mata air berada pada air tanah yang sangat dalam. Selain itu, PDAM juga belum mampu menyuplai air ke seluruh wilayah Gunung Kidul.

Pada Rabu, 8 Agustus 2018 Arba Peduli bersama Tim PBMT Maal DIY berkesempatan untuk melakukan dropping air bersih ke Gunung Kidul. Bantuan air bersih sebanyak 170 tangki diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Gunung Kidul, Dr. Drs. Imawan Wahyudi, M.Hum di halaman Kantor BMT Dana Insani Gunung Kidul. “Saya mewakili masyarakat Gunung Kidul mengucapkan terima kasih atas perhatian dari rekan-rekan PBMT Maal DIY yang telah memfasilitasi banyak orang yang meskipun dalam keterbatasan tetapi mampu berikutserta dalam meringankan beban saudaranya demi beramal shaleh.” Sambut Wakil Bupati Gunung Kidul. Beliau juga menyampaikan kabar gembira bahwa di Kecamatan Panggang  telah terdapat 15 sumur bor yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air di wilayah sekitarnya sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan.

Pecah kendi oleh Wakil Bupati Gunung Kidul sebagai simbolis penyerahan bantuan air bersih dari PBMT Maal DIY
Pecah kendi oleh Wakil Bupati Gunung Kidul sebagai simbolis penyerahan bantuan air bersih dari PBMT Maal DIY

Dalam acara tersebut hadir pula Kepala BPBD Kabupatan Gunung Kidul Bapak Edi Basuki beserta jajarannya. “Setiap tahun rata-rata kebutuhan tangki di Kabupaten Gunung Kidul mencapai 15.000 unit. Sedangkan BPBD baru mampu memenuhi 50% dari kebutuhan. Selebihnya mengandalkan bantuan dari pihak swasta. Bantuan dari pihak swasta ini sangat membantu BPBD untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat .”  tutur beliau dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini terdapat satu kecamatan yang meminta bantuan dropping air bersih dari BPBD yakni Kecamatan Saptosari. Tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Saptosari dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan air sendiri.

Selain Wabup Gunung Kidul, dan Kepala BPBD Kabupaten Gunung Kidul, hadir pula Kepala Puskopsyahada Gunung Kidul, Ketua PBMT Maal DIY serta Ketua Baznas Gunung Kidul. Dalam sambutannya, Ketua PBMT Maal Bapak Arif Yulianto, SE mengatakan, “Kami mewakili teman-teman PBMT Maal DIY memohon do’a supaya kami diberi keistiqomahan dan kekuatan dalam memberdayakan masyarakat ke depannya dan untuk seterusnya.”

 Terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga dapat menjadi pemberat amal kita di akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

Sambut Ramadhan 1439 H

Ramadhan kembali tiba. Arba Peduli sebagai lembaga amil zakat kembali melakukan serangkaian kegiatan untuk menyambut bulan Ramadhan 1439 H. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain Bersih Masjid, Tebar Sembako untuk Dhuafa, dan Takjil On The Street. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi Baitul Maal BMT Artha Barokah dalam kegiatan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Pada 9 Mei 2018 lalu, Arba Peduli memulai program sambut Ramadhan 1439 H dengan melaksanakan Bersih Masjid. Terdapat dua lokasi yang menjadi sasaran yaitu Masjid Nurul Huda, Kajor Wetan, Selopamioro, Imogiri dan salah satu masjid di Dusun Lemah Rubuh, Imogiri. Bersih masjid dilakukan oleh 4 orang dari tim Arba Peduli bekerjasama dengan Takmir Masjid setempat. Pada kegiatan ini juga dilakukan serah terima kipas angin titipan dari seorang donatur yang diharapkan dapat menambah kenyamanan jamaah ketika beribadah di masjid.

Tim Bersih Masjid Arba Peduli
Serah Terima Kipas Angin titipan Donatur

Dua program selanjutnya yaitu Tebar Sembako dan Takjil On The Street akan dilakukan pada bulan Ramadhan. Tebar Takjil On The Street akan dilakukan pada 23 Mei 2018 dan 6 Juni 2018 serentak di 3 titik yaitu, depan Pasar Imogiri, Kantor BMT Artha Barokah Cabang Giwangan dan Kantor BMT Artha Barokah cabang Kulonprogo. Sasaran dari program ini adalah orang yang masih dalam perjalanan ketika waktu berbuka puasa tiba karena sebagaimana yang kita ketahui, menyegerakan berbuka adalah sunnah.

Program terakhir dalam rangkaian Program Ramadhan 1439 H Arba Peduli adalah Tebar Sembako Dhuafa. Program  ini direncanakan awal bulan Juni 2018 dengan target 100 paket sembako. Sasaran program ini adalah kaum dhuafa di lingkungan Imogiri serta peserta program Beasiswa Pendidikan Arba Peduli. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesama yang sedang dalam kesulitan. Karena sudah menjadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Serta dapat menjadi salah satu ladang amal bagi kita, dimana Allah akan mengganti harta yang kita sedekahkan menjadi 700 kali lipat.

Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan Arba Peduli dapat memberikan donasi via rekening:

Bank Syariah Mandiri 7051597766 a.n. BMT Artha Barokah 

Konfirmasi donasi 081392891155

Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.

Tanggap Bencana Banjir Imogiri

Siklon tropis Cempaka yang terjadi pada 27 November 2017 hingga 30 November 2017 lalu telah menimbulkan dampak cuaca ekstrim di beberapa wilayah Indonesisa salah satunya DIY. Siklon Cempaka mengakibatkan hujan lebat disertai angin kencang. Berdasarkan hasil analisis BMKG, curah hujan di Yogyakarta pada 28 November 2017 mencapai 286 mm/hari. Curah hujan yang terjadi tersebut merupakan curah hujan kategori ekstrem yakni diatas 150 mm/hari. Curah hujan yang tinggi dan terjadi selama 3 hari berturut-turut telah mengakibatkan meluapnya sungai-sungai hingga terjadi banjir.

Sungai Oya yang berhulu di Wonogiri, Jawa Tengah dan melintasi Gunung Kidul serta Imogiri tidak muat menampung volume air yang terlalu besar sehingga meluap ke pemukiman penduduk yang dilaluinya.

Selasa, 28 November 2017 Gunung Kidul terkena banjir luapan sungai Oya kemudian menyusul wilayah Imogiri pada siang sore harinya. Sekitar pukul 14.00 WIB jembatan Siluk yang menghubungkan Desa Sriharjo dengan Desa Selopamioro ditutup karena air telah melebihi tinggi jembatan dan diprediksikan masih akan terus bertambah tinggi. Untuk itu, demi keselamatan bersama, jembatan di tutup untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jembatan Gantung Selopamioro putus akibat banjir
Jembatan Gantung Selopamioro putus akibat banjir

Pada pukul 16.00 WIB, banjir semakin meluas dan mengakibatkan longsor di beberapa titik. Banjir dan longsor yang terjadi menyebabkan akses ke Dusun Pengkol, Dusun Sompok, dan Dusun Wunut terisolir. Dusun-dusun tersebut baru dapat diakses pada hari Kamis (30/11/17) setelah dilakukan kerja bakti menyingkirkan material longsoran yang berupa bongkahan batu besar oleh warga dan dibantu anggota TNI. Banjir ini juga menyebabkan Jembatan Gantung Selopamioro terputus yang mengakibatkan Dusun Wunut terisolir. Dusun-dusun lain yang terdampak banjir adalah Dusun Ngrancah, Dusun Dogongan, Dusun Sungapan, Dusun Gondosuli, Dusun Trukan, Dusun Siluk, Dusun Butuh, dan  Dusun Lanteng 1. Banjir yang menggenangi pemukiman penduduk mengharuskan mereka dievakuasi ke pengungsian yang lebih aman.

Genangan pasca banjir di Dusun Ngrancah
Kerusakan yang terjadi akibat banjir

Arba Peduli bersama Dompet Dhuafa ikut serta dalam tanggap bencana banjir di Imogiri. Distribusi obat-obatan ke pengungsian, distribusi nasi bungkus serta distribusi selimut dan baju layak pakai untuk para pengungsi . Selain itu Tim Dompet Dhuafa juga mendirikan dapur umum di Dusun Miri, Sriharjo guna memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi dan relawan yang bertugas.

Distribusi sarapan untuk pengungsi oleh Arba Peduli dan Dompet Dhuafa
Distribusi sarapan untuk pengungsi oleh Arba Peduli dan Dompet Dhuafa

Tim Arba Peduli juga turut berpartisipasi dalam kegiatan pasca bencana. Sembako dan alat-alat kebersihan yang dititipkan para donatur kepada Arba Peduli didistribusikan ke beberapa dusun yang membutuhkan. Relawan dari rekan-rekan PBMT Maal Jogja dan Jawa Tengah juga turut berpartisipasi dalam gotong royong membersihkan sisa-sisa banjir di jalan dan di beberapa rumah warga Dusun Lanteng 1 dan Dusun Ngrancah.

Relawan PBMT Maal DIY-Jateng melakukan aksi bersih-bersih di salah satu rumah warga Lanteng 1
Relawan PBMT Maal DIY-Jateng melakukan aksi bersih-bersih di salah satu rumah warga Lanteng 1

Gotong royong Arba Peduli bersama PBMT Maal Jogja-Jateng di Dusun Ngrancah
Gotong royong Arba Peduli bersama PBMT Maal Jogja-Jateng di Dusun Ngrancah

Banjir yang tiba-tiba melanda Imogiri juga meninggalkan trauma tersendiri bagi anak-anak dan juga orang dewasa. Untuk itu, Tim Arba Peduli juga melakukan kegiatan trauma healing di beberapa wilayah yaitu Dusun Lanteng 1, Dusun Ngrancah, Dusun Sompok, Dusun Sungapan dan Dusun Dogongan. Dalam kegiatan trauma healing ini, Arba Peduli bekerja sama dengan teman-teman dari Komunitas Dongeng, Komunitas Bantu Berjamaah, Deni Aden, Zarima, dan sebagainya.

Aksi trauma healing di Dusun Sungapan
Aksi trauma healing di Dusun Dogongan

Pesantren Entrepreneur Jogjakarta (Pasenja)

Pasenja adalah program Arba Peduli yang memberikan fasilitas kepada para pengusaha atau calon pengusaha untuk ikut gerakan anti riba dengan pendekatan spiritual dan enterpreneurship. Pendekatan spiritual dan entrepreneurship dilakukan dalam pertemuan rutin yang diadakan oleh Arba Peduli. Setiap pertemuan yang dilaksanakan akan membahas seputar pendalaman ilmu agama dan ilmu bisnis yang sangat berkaitan erat dengan perkembangan usaha yang tengah dirintis atau dijalankan oleh anggota Pasenja. Adapun untuk menjadi anggota hanya perlu mengisi formulir yang disediakan dan sanggup memenuhi hak dan kewajiban sebagai anggota sebagai berikut:

Kewajiban Anggota

  1. Mengikuti pertemuan rutin Ngaji dan Sinergi.
  2. Menabung minimal Rp. 50.000 setiap bulan.
  3. Bersedekah seikhlasnya melalui Arba Peduli setiap pertemuan rutin.

Hak Anggota

  1. Masuk di grup WA Pasenja Arba Peduli
  2. Berpromosi di.grup WA (Tidak berlebihan).
  3. Mengikuti kursus Membaca Qur'an (free of charge).
  4. Menjadi peserta Bazaar  Pasenja (free of charge) 
  5. Mendapat Dana Pinjaman Qardh Al Hasan utk berbagai keperluan. (Syarat dan Ketentuan Berlaku).
  6. Mendapat mentoring Bisnis (free of charge).
  7. Mengambil dana tabungan.
  8. Membuka Cabang Baitul Maal kerjasama BM. Bestari di berbagai daerah (Syarat dan Ketentuan Berlaku).
  9. Menjadi Mitra Fundrising dan mendapat fee dari dana yang didapatkan untuk Arba Peduli

Program Pinjaman Qardh Al Hasan Anggota Pasenja Arba Peduli

Dalam komunitas Pasenja ini akan diberikan juga pinjaman Qardh Al Hasan pada anggota untuk digunakan sebagai tambahan modal usaha supaya lebih berkembang. Pinjaman yang diberikan merupakan pinjaman tanpa riba, tanpa bagi hasil, dan hanya dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 15.000. Jadi pinjam Rp. 1000 kembalikan Rp.1000 juga. Anggota yang berhak memperoleh pinjaman ini adalah anggota yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Sudah jadi anggota minimal 2 bulan.
  2. Aktif mengikuti pertemuan Ngaji dan Sinergi yang rutin diadakan.
  3. Ketentuan besar pinjaman: 

Pinjaman pertama maksimal Rp. 500.000,-

Pinjaman ke-2 maksimal  Rp 1 juta.

Pinjaman ke-3 maksimal Rp. 3 juta.

Pinjaman ke-4 maksimal  Rp. 5 juta.

Pinjaman ke-5 maksimal Rp. 9 juta.

  1. Bila ada barang jaminan, maka anggota bisa meminjam dana, maksimal sesuai dengan nilai barang jaminannya. 
  2. Pinjaman diberikan bila sudah disetujui pengurus dan dana kas Baitul Maal BMT Artha Barokah memungkinkan.

 

Pelatihan P3K Arba Peduli

Sabtu 7 Oktober 2017, BMT Artha Barokah Yogyakarta kembali melaksanakan acara kebersamaan yang rutin diadakan setiap bulannya. Setiap hari Sabtu pada minggu pertama setiap bulan, pelayanan kantor diliburkan dan diisi dengan kegiatan kebersamaan di rumah karyawan-karyawan BMT secara bergilir.

Pada kebersamaan bulan ini ada yang berbeda dengan acaranya. Lokasi acara dilaksanakan outdoor yaitu di Embung Song Bolong Selopamioro, Imogiri dan diisi dengan pelatihan P3K dengan dokter dari Unit LKC Dompet Dhuafa sebagai narasumbernya. Pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ini sangat penting karena dengan memberikan pertolongan pertama secara baik dan benar akan dapat meningkatkan harapan hidup seorang penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) hingga 80%.

IMG-20171007-WA0032

Pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dimiliki oleh orang awam atau orang awam yang terlatih secara khusus.

Tujuan dari pertolongan pertama pada kecelakaan ini antara lain dapat menyelamatkan jiwa penderita, dapat mencegah kecacatan yang mungkin terjadi pada penderita dan memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan.

IMG-20171007-WA0004

Pada pelatihan yang dilaksanakan kemarin, dipraktekan cara-cara dan teknis penyelamatan yang bisa dilakukan jika menghadapi situasi yang mengharuskan pemberian P3K.  Selain itu diadakan juga sesi tanya jawab sehingga peserta tidak salah kaprah dalam pemberian pertolongan.

IMG-20171007-WA0013

Sebagai contoh selama ini apabila kita terkena gigitan ular berbisa, maka biasanya yang kita lakukan adalah mengikat bagian yang sakit sekencang mungkin dengan maksud supaya bisa tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. namun cara ini ternyata sangat keliru bahkan bisa berakibat fatal karena bagian ujung dari ikatan tersebut tidak akan tersuplai darah sehingga  bagian tersebut akan mati dan dapat mengakibatkan harus diamputasi.  Penanganan yang benar untuk luka gigitan ular adalah dengan membasuh dahulu luka gigitan tersebut dengan air mengalir lalu segera bawa ke rumah sakit terdekat agar bisa diberi obat anti bisa oleh petugas kesehatan.

Contoh lainnya adalah apa bila terkena luka bakar, biasanya oleh orang tua jaman dahulu luka tersebut diberi pasta gigi. Memang dengan pasta gigi tersebut akan menimbulkan sensasi dingin tetapi sebenarnya pasta gigi tersebut bersifat membakar, dan hanya akan memperparah luka. Langkah penanganan yang tepat adalah dengan mengaliri luka bakar tersebut dengan air mengalir selama 20 menit, setelah itu tutup luka bakar menggunakan kasa steril. Jangan pecahkan gelembung serta jangan gunakan salep, antiseptik maupun es pada luka bakar. Jika luka bakar mengenai mata maka pastikan kedua mata ditutup. Jika luka bakar mengenai jari jemari maka balut masing-masing jemari secara terpisah. Setelah itu segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Setiap orang dituntut untuk memiliki keterampilan P3K supaya dapat memperkecil resiko kecacatan dan kematian seorang penderita. Belajar bisa dari mana saja dan pastikan sesuai dengan prosedur yang benar dari ahli kesehatan.

Cinta Untuk Rohingya

Bencana kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar telah menjadi perhatian dunia. Bahkan PBB telah menyatakan Rohingya sebagai kelompok etnis teraniaya di dunia. Hal ini didasarkan pada perlakuan pemerintah Myanmar yang tidak mengakui kewarganegaraan etnis Rohingya sehingga etnis Rohingya tidak memperoleh haknya sebagai warga negara Myanmar. Selain itu Pada tahun 2012, muncul gerakan Rohingya Elimination Group yang didalangi oleh kelompok ekstremis 969. Konflik yang pecah memakan 200 jiwa dan 140.000 warga Rohingya lainnya dipaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi yang tidak manusiawi. Menurut sebuah studi oleh International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir genosida yaitu pemusnahan massal dan penghilangan dari sejarah.

Pada tahun 2017 ini, gelombang pengungsi etnis Rohingya kembali terjadi. Mereka mengungsi untuk menyelamatkan diri ke wilayah Bangladesh. Puluhan ribu pengungsi yang mayoritas merupakan wanita, lansia dan anak-anak membutuhkan pertolongan. Mereka membutuhkan tempat tinggal, sandang dan pangan. Hal ini mengetuk hati banyak pihak untuk turut serta membantu mereka meringankan penderitaan mereka karena ini juga merupakan kesempatan bagi kita untuk membantu meringankan beban mereka, kesempatan untuk kita memperoleh bantuan Allah di Hari Kiamat dan memperoleh kemudahan atas kesulitan-kesulitan di dunia dan akhirat. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat." (HR Muslim)

Arba Peduli memfasilitasi para donatur yang ingin mensupport materi kepada saudara-saudara Muslim Rohingya. Siswa Jurusan Perbankan Syari’ah SMKN 1 Bantul turut menyumbang dana sebesar Rp. 12.529.100,- yang dititipkan kepada Arba Peduli untuk disalurkan kepada pengungsi Rohingya melalui Dompet Dhuafa. 

IMG-20170920-WA0018
Serah terima dana kemanusiaan untuk Rohingya dari perwakilan siswa Jurusan Perbankan Syari'ah SMK N 1 Bantul kepada Manajer Baitul Maal BMT Artha Barokah

Pada Selasa 4 Oktober 2017, Arba Peduli menyerahkan secara simbolis donasi kemanusiaan dari para donatur untuk Rohingya sebesar Rp. 18.410.200,-. Di hari yang sama, para siswa yang tergabung dalam Rohis SMK N 1 Bantul kembali menyumbangkan dana sebesar Rp. 1.000.000,- melalui Arba Peduli untuk pengungsi Rohingya.

Penyerahan secara simbolis Dana Kemanusiaan Untuk Rohingya
Penyerahan secara simbolis Dana Kemanusiaan Untuk Rohingya

Kita semua berharap supaya konflik ini segera menemukan solusi sehingga mereka dapat kembali menikmati kehidupan yang layak. Semoga sedikit sumbangan dari para donatur yang disalurkan untuk pengungsi Rohingya dapat sedikit meringankan beban penderitaan mereka. Bagi para donatur, semoga diberikan kesehatan serta rizki yang berlimpah supaya dapat terus bermanfaat bagi orang lain. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Berbagi Air Kehidupan Untuk Gunung Kidul

Musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan bencana kekeringan di beberapa daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kekeringan paling parah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul. Hampir semua kecamatan di Gunung Kidul terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Rongkop, Ponjong, Girisubo, Nglipar, Paliyan, Tanjungsari, Tepus, Ngawen, Panggang, dan Purwosari.

Kekeringan di Gunung Kidul bukan hanya terjadi pada tahun 2017 ini. Kekeringan seolah menjadi bencana tahunan di Gunung Kidul. Setiap tahunnya, Gunung Kidul seolah menjadi langganan bencana kekeringan.  Berdasarkan study dan penelitian, kekeringan di Gunung Kidul termasuk suatu bencana yang terjadi akibat kondisi daerah tersebut yang berupa perbukitan karst. Wilayah karst merupakan wilayah batuan kapur dengan porositas yang tinggi sehingga apabila terkena air hujan maupun air permukaan menyebabkan air tidak bisa tertahan tertampung di permukaan.  Selain itu, batuan kapur akan terlarut dan membentuk gua-gua dan lorong bawah tanah sehingga air akan masuk dan mengalir di bawah tanah menjadi sungai bawah tanah dan sumber mata air akan berada pada air tanah yang sangat dalam. Struktur tanah di Gunung Kidul yang berupa batu-batuan menyulitkan masyarakat setempat untuk membuat sumur. Sumur bor bisa menjadi salah satu solusi alternatif, akan tetapi biaya untuk pembuatan sumur bor tidaklah sedikit. Mulai dari observasi tempat yang akan dibor apakah ada sumber air hingga pengeboran sumur itu sendiri membutuhkan biaya yang cukup mahal. Karena itulah hingga saat ini masyarakat masih kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba.

Arba Peduli sebagai lembaga sosial memfasilitasi para donatur yang ingin berpartisipasi membantu masyarakat yang sedang kesulitan air bersih. Pada Sabtu 9 September 2017, Arba Peduli mendistribusikan 10 tangki sedekah air bersih dari para donatur ke Dusun Wonolagi, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari Gunung Kidul.

Dropping Air bersih di Dusun Wonolagi, Giritirto, Purwosari
Dropping Air bersih di Dusun Wonolagi, Giritirto, Purwosari

Kemudian pada Selasa 12 September 2017 lalu, Arba Peduli bersama PBMT Maal MPW DIY mendistribusikan 100 tangki air bersih ke tiga kecamatan di Gunung Kidul. 10 tangki air bersih didistribusikan ke Kecamatan Nglipar, 35 Tangki ke Desa Melikan dan 20 tangki ke Desa Karangwuni Kecamatan Rongkop, serta  15 tangki ke Desa Nglindur dan 20 tangki ke Desa Balong Kecamatan Girisubo.

Distribusi Bantuan Air Bersih PBMT Maal DIY di Kecamatan Rongkop, Gunung KIdul
Distribusi Bantuan Air Bersih PBMT Maal DIY di Kecamatan Rongkop, Gunung KIdul

Pada Sabtu 16 September 2017, Arba Peduli bersama dengan BMT Rizqi Barokah, BMT Sunan Kalijaga dan BMT IKA PLN kembali mendistribusikan sebanyak 24 tangki sedekah air bersih ke Dusun Jati dan Dusun Jambu Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari, Gunung Kidul.

Distribusi Air Bersih Dusun Jambu, Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul
Distribusi Air Bersih Dusun Jambu, Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul

Masyarakat sekitar menyambut gembira bantuan air bersih yang diberikan. Namun mereka berharap pemerintah dan lembaga-lembaga terkait dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana kekeringan ini supaya tidak lagi terjadi setiap tahunnya. Kita do’akan semoga segera ada solusi dari pemerintah Gunung Kidul untuk masalah ini. Dan kami ucapkan terima kasih kepada para donatur, semoga selalu diberikan kesehatan, umur yang barokah dan rejeki yang melimpah supaya dapat bermanfaat bagi orang lain. Aamiin, aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.

Program Kambing Produktif

Program pengentasan kemiskinan dengan sistem pemberian pancing sebagai alat untuk memperoleh ikan diperlukan sebagai sarana edukasi masyarakat untuk mandiri dan tidak mengandalkan bantuan materi dari pemerintah dan pihak lain. Program seperti ini dapat diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi umat dalam bentuk pemberian modal usaha dan pendampingan. 

Arba Peduli merintis program Kambing Produktif sebagai salah satu wujud partisipasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini memberikan 2 induk kambing kepada penerima manfaat untuk dipelihara. Setelah 2 kambing tersebut beranak maka induk akan diambil ketika anaknya berusia 3-5 bulan. Sementar itu masing-masing anak kambing tersebut 90% menjadi hak dari penerima manfaat dan 10% merupakan hak Baitul Maal BMT Artha Barokah. Apabila penerima manfaat berkeinginan memiliki sepenuhnya anak dari kambing tersebut maka diharuskan mengganti 10% harga anak kambing tersebut ketika induk hendak diambil. 10% yang dibayarkan akan digunakan untuk pengembangan program selanjutnya. 2 induk kambing tersebut kembali akan digulirkan kepada penerima manfaat selanjutnya.

Dalam pengguliran tahap pertama, program ini memberikan masing-masing 2 kambing kepada 4 penerima manfaat. Kriteria penerima manfaat yang dipilih adalah dhuafa usia produktif, mempunyai kandang dan ketersediaan pakan, serta bersedia didampingi selama program berlangsung dan bersedia mengikuti program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bapak Wahyudi (Imogiri)
Bapak Wahyudi (Imogiri)
001. Soginah_Dlingo
Ibu Soginah (Dlingo)

Bapak Suparjo (Karanganyar)
Bapak Wahyudi (Imogiri)

Program kambing produktif ini diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk berwirausaha melalui bidang peternakan kepada penerima manfaat yang kemudian dapat sebagai sumber tambahan penghasilan dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Mobil Layanan Umat Baitul Maal BMT Artha Barokah

Kesehatan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan ini. Harga sebuah kesehatan akan terlihat menjadi sangat mahal ketika seseorang mengalami sakit. Apalagi bagi masyarakat kurang mampu, selain biaya berobat, mereka juga harus memikirkan transportasi anggota keluarga mereka yang sakit untuk memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit. Terlebih kalau sakit yang diderita cukup parah sehingga tidak memungkinkan apabila hanya menggunakan kendaraan roda dua saja untuk mengantar ke rumah sakit. Mereka harus menyewa mobil yang tentu biayanya tidak sedikit. Hal ini jelas sangat menambah beban mereka.

Selain hal itu, bagi masyarakat kurang mampu yang anggota keluarganya meninggal dunia dan lokasi pemakaman yang jauh dari rumah, juga perlu memikirkan biaya untuk mengantar jenazah hingga ke pemakaman yang tentunya harus menggunakan mobil ambulan. Kesedihan yang mendalam karena ditinggal anggota keluarga menghadap Illahi, ditambah biaya pemakaman yang tidak sedikit tentu semakin menambah beban mereka.

Atas dasar inilah, diperlukan mobil ambulan yang difungsikan sebagai mobil layanan umat. Dimana mobil ini dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan secara cuma-cuma. Alhamdulillah, pada 5 Februari 2017 lalu, Baitul Maal BMT Artha Barokah telah merealisasikan pengadaan mobil layanan umat.

AMBULANCEMobil layanan umat ini digunakan untuk melayani orang sakit dan ibu melahirkan, pemakaman jenazah, tanggap bencana dan darurat lainnya. Diharapkan dengan adanya mobil ini, dapat meringankan beban mereka yang sedang tertimpa musibah dan memberi manfaat bagi seluruh umat.

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya kelak di akhirat." (HR Muslim). 

Rasulullah saw juga bersabda, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga kita semua termasuk manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan semoga dengan mobil layanan umat ini menjadi jalan kemudahan kelak di akhirat bagi para wakif dan donatur yang telah berpartisipasi dalam pengadaan mobil ambulance. Kesempatan masih terbuka bagi para donatur yang ingin menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf melalui kami Baitul Maal Artha Barokah. Hubungi 081392891155 atau 083867570821.

Program Santunan Dhuafa dan Lansia Arba Peduli

Baitul Maal BMT Artha Barokah sebagai lembaga amil zakat yang dikukuhkan menjadi Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa memberikan fasilitas kepada muzaki atau donatur berupa zakat infak, sedekah dan wakaf. Baitul Maal BMT Artha Barokah mempunyai kewajiban untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf yang telah terkumpul dari para muzaki dan donatur. Penyaluran ZISWAF yang telah terkumpul salah satunya melalui kegiatan santunan. Program santunan menyasar dhuafa dan lansia yang benar-benar membutuhkan dimana mereka memiliki keterbatasan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Program Santunan untuk Dhuafa dan Lansia yang digagas oleh Baitul Maal BMT Artha Barokah disosialisasikan melalui media sosial Facebook Arba Peduli dan Grup WA Arba Peduli. Baitul Maal BMT Artha Barokah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini baik dalam bentuk materi yang bisa didonasikan melalu rekening yang telah ditentukan maupun berpartisipasi dalam memberikan informasi calon penerima manfaat yang layak menerima program santunan ini. Adapun Baitul Maal BMT Artha Barokah menentukan kriteria-kriteria calon penerima manfaat dengan kriteria pokok Dhuafa dan yang memenuhi salah satu dari kriteria berikut:

  • Lansia / jompo
  • Sakit-sakitan
  • Hidup sebatang kara
  • Tertimpa musibah
  • Janda
  • Terlilit hutang

Dari media sosial facebook dan WA yang dimanfaatkan untuk sosialisasi program, telah terkumpul 10 informasi mengenai orang yang berhak dan layak memperoleh manfaat dari program santunan ini.

Mbah Cokro (Melikan Kidul, Bantul Warung)
Mbah Cokro (Melikan Kidul, Bantul Warung)

Namanya Ibu Painem, tapi orang-orang lebih sering memanggilnya Mbah Cokro. Beliau adalah seorang janda 4 anak. Dua anaknya telah berkeluarga dan berekonomi pas-pasan. Dua anaknya yang lain masih menjadi tanggungan Mbah Cokro, karena yang satu sakit tumor dan gangguan jiwa sedangkan yang satunya lagi menderita asma sehingga tidak bisa bekerja. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Mbah Cokro membuatkan minum untuk polisi yang bertugas di pos polisi dekat tempat tinggalnya.

Mbah Pon (Kwalangan, Wijirejo, Pandak, Bantul)
Mbah Pon (Kwalangan, Wijirejo, Pandak, Bantul)

Beliau adalah Mbah Pon. Mbah Pon seorang lansia yang hidup sebatang kara. Mbah Pon juga merupakan penyandang disabilitas tuna netra. Hanya keponakannya yang kadang mengunjunginya seminggu sekali karena tinggal di luar kota.

Sokijan (Klepu, Dlingo)
Sokijan (Klepu, Dlingo)

Beliau adalah Pak Sokijan. Pak Sokijan seorang buruh di penggrajian kayu. Istri beliau menderita lemah jantung dan hanya bisa tertidur lemah, tak mampu bangun dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Putra semata wayangnya merupakan penyandang disabilitas. Sehingga Pak Sokijan harus bekerja menncari nafkah sembari merawat istri dan anaknya.

Ahmad Muhsin (Monggang, Pundong)
Ahmad Muhsin (Monggang, Pundong)
Pak Ahmad Muhsin hidup bersama istrinya di gubug sederhana di pinggir sawah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, beliau mencari rongsok untuk kemudian dijual.

Mbah Mudi (Sriharjo, Imogiri)
Mbah Mudi (Sriharjo, Imogiri)

Mbah Mudi seorang lansia yang hidup sendiri di gubug sederhananya. Sepenuhnya ia bergantung pada tetangga di sekitar rumahnya.

Sukarjo (Mijen, Sriharjo, Imogiri)
Sukarjo (Mijen, Sriharjo, Imogiri)

Mbah Sukarjo hidup seorang diri di bekas kandang kambing milik tetangganya. Beliau membantu merawat dan menjaga sapi yang kandangnya bersebelahan dengan tempat beliau tinggal.

Rina Lestari (Menden, Bantul)
Rina Lestari (Menden, Bantul)

Bu Rina adalah seorang janda dengan 3 anak yang masih sekolah, SMA, SMP dan SD. Bu Rina bekerja sebagai pengasuh anak tetangganya. Putri keduanya akan melakukan operasi ganti kulit pada wajahnya.

Ponir (Selopamioro, Imogiri)
Ponir (Selopamioro, Imogiri)

Bu Ponir seorang janda yang tinggal sendiri di rumah sederhananya.

Painah (Selopamioro, Imogiri)
Painah (Selopamioro, Imogiri)

Bu Painah seorang lansia yang hidup seorang diri, beliau tidak punya suami dan anak. Sehari-hari beliau bertani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ginah (Selopamioro, Imogiri)
Ginah (Selopamioro, Imogiri)

Bu Ginah seorang lansia yang hidup seorang diri, beliau tidak punya suami dan anak. Sehari-hari beliau bertani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.