Berbagi Air Kehidupan Untuk Gunung Kidul

Musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan bencana kekeringan di beberapa daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kekeringan paling parah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul. Hampir semua kecamatan di Gunung Kidul terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Rongkop, Ponjong, Girisubo, Nglipar, Paliyan, Tanjungsari, Tepus, Ngawen, Panggang, dan Purwosari.

Kekeringan di Gunung Kidul bukan hanya terjadi pada tahun 2017 ini. Kekeringan seolah menjadi bencana tahunan di Gunung Kidul. Setiap tahunnya, Gunung Kidul seolah menjadi langganan bencana kekeringan.  Berdasarkan study dan penelitian, kekeringan di Gunung Kidul termasuk suatu bencana yang terjadi akibat kondisi daerah tersebut yang berupa perbukitan karst. Wilayah karst merupakan wilayah batuan kapur dengan porositas yang tinggi sehingga apabila terkena air hujan maupun air permukaan menyebabkan air tidak bisa tertahan tertampung di permukaan.  Selain itu, batuan kapur akan terlarut dan membentuk gua-gua dan lorong bawah tanah sehingga air akan masuk dan mengalir di bawah tanah menjadi sungai bawah tanah dan sumber mata air akan berada pada air tanah yang sangat dalam. Struktur tanah di Gunung Kidul yang berupa batu-batuan menyulitkan masyarakat setempat untuk membuat sumur. Sumur bor bisa menjadi salah satu solusi alternatif, akan tetapi biaya untuk pembuatan sumur bor tidaklah sedikit. Mulai dari observasi tempat yang akan dibor apakah ada sumber air hingga pengeboran sumur itu sendiri membutuhkan biaya yang cukup mahal. Karena itulah hingga saat ini masyarakat masih kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba.

Arba Peduli sebagai lembaga sosial memfasilitasi para donatur yang ingin berpartisipasi membantu masyarakat yang sedang kesulitan air bersih. Pada Sabtu 9 September 2017, Arba Peduli mendistribusikan 10 tangki sedekah air bersih dari para donatur ke Dusun Wonolagi, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari Gunung Kidul.

Dropping Air bersih di Dusun Wonolagi, Giritirto, Purwosari
Dropping Air bersih di Dusun Wonolagi, Giritirto, Purwosari

Kemudian pada Selasa 12 September 2017 lalu, Arba Peduli bersama PBMT Maal MPW DIY mendistribusikan 100 tangki air bersih ke tiga kecamatan di Gunung Kidul. 10 tangki air bersih didistribusikan ke Kecamatan Nglipar, 35 Tangki ke Desa Melikan dan 20 tangki ke Desa Karangwuni Kecamatan Rongkop, serta  15 tangki ke Desa Nglindur dan 20 tangki ke Desa Balong Kecamatan Girisubo.

Distribusi Bantuan Air Bersih PBMT Maal DIY di Kecamatan Rongkop, Gunung KIdul
Distribusi Bantuan Air Bersih PBMT Maal DIY di Kecamatan Rongkop, Gunung KIdul

Pada Sabtu 16 September 2017, Arba Peduli bersama dengan BMT Rizqi Barokah, BMT Sunan Kalijaga dan BMT IKA PLN kembali mendistribusikan sebanyak 24 tangki sedekah air bersih ke Dusun Jati dan Dusun Jambu Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari, Gunung Kidul.

Distribusi Air Bersih Dusun Jambu, Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul
Distribusi Air Bersih Dusun Jambu, Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul

Masyarakat sekitar menyambut gembira bantuan air bersih yang diberikan. Namun mereka berharap pemerintah dan lembaga-lembaga terkait dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana kekeringan ini supaya tidak lagi terjadi setiap tahunnya. Kita do’akan semoga segera ada solusi dari pemerintah Gunung Kidul untuk masalah ini. Dan kami ucapkan terima kasih kepada para donatur, semoga selalu diberikan kesehatan, umur yang barokah dan rejeki yang melimpah supaya dapat bermanfaat bagi orang lain. Aamiin, aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *